Tomyam dan Seafood Bebek Abah – Lenteng Agung

bebek khas abah

Jika anda pergi ke arah UI atau Depok dari arah Lenteng Agung pada malam hari, maka anda akan melihat sebuah warung tenda berwarna merah dengan gambar bebek di sebelah kiri jalan. Warung kakilima yang saya maksud tersebut Bebek Abah. Ada yang nyentrik dari warung ini, meskipun namanya warung abah dan gambar bebek, tetapi tulisan di spanduknya malah ‘tomyam dan seafood’ nah loh!

Suasana Restoran

Jujur, pada awalnya saya tidak terlalu melirik tempat makan ini karena Warung Bebek Abah dari luar memang hanya terlihat seperti warung tenda biasa, nothing special. Namun beberapa waktu berlalu, rasa penasaran saya pun muncul. Apalagi setiap saya melewati tempat ini, warung ini hampir selalu terlihat ada pembeli. Kebetulan karena lokasi ini berada di jalur saya pulang kerja, maka saya hampir selalu melewati dan melihat warung ini. Akhirnya saya pun iseng-iseng mampir ke Bebek Abah. Layaknya warung tenda, tidak terkesan suasana mewah dari warung ini. Namun demikian, menurut pandangan saya warung ini bisa dikategorikan rapi dan bersih. Di dalam tenda, tersedia meja dan kursi untuk tempat makan. Mas-mas yang melayani kita mengenakan kaos merah, serasi dengan warna tendanya. Anda bisa memesan makanan kepada mas-mas tersebut.

Yang harus diperhatikan jika anda penasaran ingin mampir ke tempat ini, pastikan anda datang pada sore atau malam hari karena warung ini tidak jualan pada pagi dan siang hari. Menurut informasi yang saya peroleh, warung ini mulai buka sekitar pukul 17.00 WIB.

Review Makanan

Saat melihat menu, saya pun terkejut. Saya tidak menyangka di balik warung tenda yang sederhana ini tersimpan pilihan menu yang lumayan banyak. Mulai dari aneka olahan bebek, ayam, cumi, udang, ikan, dan aneka hidangan lain seperti tomyam. Yang saya sebut terakhir ini mungkin salah satu rekomendasi tempat ini. Paduan manis dan asam terasa sangat pas dalam tomyam yang saya pesan. Entah bumbunya pake apa aja, pasalnya waktu saya sendok satu persatu isi tomyam tersebut banyak hal yang baru pertama kali saya lihat (maafkan saya yang ndeso ini). Jujur, saya tidak tahu apakah semua sayuran (bener kan itu sayuran?) itu memang diperuntukkan untuk dimakan, atau sebagian memang hanya diperuntukkan untuk menambah citarasa tomyam tersebut. Entahlah, semua terlanjur masuk ke perut.

Makanan lain yang saya pesan adalah bebek khas abah. Karena nama warung makan ini bernama ‘Bebek Abah’, maka saya berpikir harus mencoba menu bebek yang menjadi andalan tempat ini. Bebek khas abah merupakan salah satu menu yang dicetak tebal (bold) di dalam daftar menu. Mungkin ini maksudnya bahwa menu tersebut merupakan menu andalan atau semacam menu khas dari warung ini. Dan saya pun tidak kecewa dengan pesanan saya. Daging bebek biasanya kan biasanya dagingnya agak alot, tapi bebek khas abah ini terasa empuk. Dipegang dikit aja dagingnya lepas dari tulang (ini review makanan bukan film horor). Bumbunya juga meresap ke daging. Pokoknya joss deh rasanya!

Soal harga lumayan worthed lah mengingat rasanya yang tidak mengecewakan, bebek khas abah dihargai Rp. 20.000,- seporsi (belum pake nasi) dan tomyamnya Rp 25.000,- . Mengingat makanannya yang enak dan banyaknya menu yang melambai-lambai minta dicobain di warung bebek abah ini, saya pasti akan sering menyambangi lagi tempat ini!

 

Lokasi

Bebek Khas Abah
Jl. Raya Lenteng Agung Timur No. 18 A, Srengseng Sawah, Jagakarsa,
RT.5/RW.1, Srengseng Sawah, Jagakarsa, Kota Jakarta Selatan,
Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10550

Bebek Abah Lenteng Agung

Galeri Bebek Abah Lenteng Agung